Latest News

Selasa, 19 April 2016

KEAJAIBAN SHODAQOH

Assalamualaikum Wr Wb.


   Hai para sahabat-sahabat blogger semua, perkenankanlah saya membagi sedikit yang saya tahu mengenai Rahasia ALLAH dari SHODAQOH.Semoga bisa kiranya menambah ilmu buat saya  dan teman-teman semua.


Berikut
Katakanlah,Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”. ( QS Saba,34: 39)

Disinilah indahnya Islam, bagi yang kaya ada amanah baginya untuk menyedekahkan sebagian hartanya bagi fakir miskin dan orang yang membutuhkan senantiasa mau untuk menerima harta tersebut. Selain untuk menjaga silaturrahim, hal ini juga dapat membersihkan harta dan membantu saudara yang membutuhkan.

Kenapa harus bersedekah? Karena dengan bersede
kah merupakan salah satu cara bagi kita untuk mendapatkan keberkahan harta.

Abdul Fadhil Abu Al-Hamdi, menjelaskan bahwa makna berkah (Al Barokah) ialah berkembang dan bertambah. Artinya ada proses perbanyakan, berlipat ganda dan semakin meluas. Hal ini bisa terjadi jika kita telah memenuhi beberapa syarat, seperti ikhlas, mensyukuri nikmat, qona’ah dalam mencari harta dan menjaga amalan lainnya. Hal ini merupakan p
erilaku dan sifat yang saling melengkapi.

Berkah juga berarti kebahagiaan. Karena sama artinya kita membagi-bagikan kebahagiaan kepada orang lain. Banyak sahabat Nabi seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman dan lainnya, bersede
kah menjadi hal yang sangat ringan bagi mereka.

Berkahnya harta mereka dibalas oleh Allah dengan janji pahala yang besar disisinya. Kita lihat, dalam setiap p
erilaku mereka, terpancarlah aura kebahagiaan, suasana cinta pada Allah Maha Pencipta dan Pemberi Rizki.

Bagi fakir miskin, bagaimanakah bentuk keberkahan harta yang mereka rasakan. Sama, mereka akan merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan mereka bersyukur atas itu, disanalah bentuk rahasia Allah. Kita tidak tahu manakah ujian yang paling berat, apakah memiliki harta yang banyak ataukah harta yang sedikit, keduanya memiliki tantangan dan godaanyang sama. Intinya ketika dasar iman dan taqwa ada dalam diri masing-masing, kekhawatiran atas dunia bukanlah menjadi agenda utama dalam hidupnya.
Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan Allah kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau dia tidak ridho dengan pemberianNya maka Allah tidak akan memberinya berkah (HR. Ahmad)

Satu hal yang harus kita sadari, bahwa harta adalah amanah yang sungguh berat, karena Allah akan menanyakan kemanakah kita gunakan harta yang dikaruniakan kepada kita, jangan sampai dihadapan-Nya kelak, kita akan tertunduk lesu tidak sanggup menjawab pertanyaan itu. Marilah kita meraih dengan sungguh-sungguh nikmat keberkahan harta karena Allah telah menjanjikan balasan yang indah pada kita.

Rasulullah telah bersabda dalam hadis yang lain, “Manusia yang terbaik diantara kamu adalah manusia yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain.” Artinya, selama seseorang hanya memikirkan kepentingan diri dan kelompoknya saja, maka selama itu orang tersebut tidak akan pernah mencapai derajat manusia terbaik. Semakin luas seseorang itu member manfaat kepada orang lain, maka akan semakin tinggilah derajatnya disisi Allah.

Berbuat baik dan menabur kasih sayang adalah sifat yang paling mulia, sekecil apapun perbuatan baik dan kasih sayang itu dilakukan. Mungkin orang lain tidak merasakan kasih sayang dan perbuatan baik yang dilakukan karena terlalu kecil nilainya, namun bagaimanapun disisi Allah perbuatan itu tetap dihitung dan bernilai besar di dunia maupun akhirat. Firman Allah: “Barangsiapa melakukan perbuatan baik walaupun sebesar dzarrah, Allah akan melihatnya.” (QS. Az Zilzal: 7)
.

Bila artikel ini bermanfaat, silahkan share kepada teman, keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat yang Anda sayangi. “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya” (HR Muslim)
Diantara perisai untuk menghadapi orang yang hasad adalah shodaqoh dan amalan baik.
Berkata Al Imam Ibnul Qoyyim Rohimahullah Ta'ala :
Shodaqoh dan perbuatan baik sesuai kemampuanya adalah amalan yang punya pengaruh yang ajaib dalam menolak bencana, menolak pandangan hasad dan kejelekan orang yang dengki.

Seandainya tidak ada dalam masalah ini melainkan hanya testimoni umat-umat yang lampau dan yang sekarang, niscaya itu cukup.

Maka hampir-hampir pandangan dengki, hasad, dan gangguan itu tidak mampu menguasai orang yang gemar berbuat kebaikan dan bershodaqoh.

Jika dia tertimpa sesuatu dari hal tersebut,maka dia akan disikapi dengan kelembutan, ada bantuan dan dukungan. Dan dia akan mendapatkan akibat yang terpuji.

Maka orang yang gemar berbuat kebaikan dan bershodaqoh itu ada di dalam jaminan kebaikan . Dia punya tameng pelindung dan benteng kokoh pemberian dari Allah.

Secara global: syukur itu adalah penjaga kenikmatan dari segala perkara yang bisa menyebabkan hilangnya kenikmatan tersebut.

Kado Panjang Umur Buat Para Penggemar Sedekah

Ada kabar gembira buat para penggemar sedekah. Dengan rajin bersedekah Insya Allah Anda akan panjang umur. Simak hadits berikut: “Sedekahnya seorang muslim menambah usia, mencegah dari jeleknya kematian, dan Allah akan menghilangkan keangkuhan dan kesombongan karena sedekah.”

Panjang umur karena sedekah bisa berarti panjang umur secara hakiki, yaitu Allah menambah usianya sehingga hidup di dunia lebih lama lagi. Allah Maha Kuasa atas semua itu dan tidak ada yang sulit bagi-Nya. Bila Allahsudah berkehendak, semua itu bisa terjadi.

Bisa juga panjang umur secara majasi, yaitu walaupun usianya pendek/meninggal di usia muda, tetapi pasca kematiannya dia tetap dikenang orang lain karena kedermawanannya. Senantiasa hidup di tengah-tengah pembicaraan orang-orang yang akan yang mengenang akan kebaikannya selama ini. Selalu dirindukan keberadaannya sepanjang masa. Dia selalu menjadi bahan pembicaraan masyarakat karena track record kebaikan yang telah dilakukannya. Inilah yang dimaksud panjang umur. Dia tetap hidup walaupun telah lama meninggal.

Selain itu, sedekah juga bisa menunda kematian. Kematian memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.

Alkisah, suatu hari Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”

“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabiyallah Ibrahim. Hampir saja Nabiyallah Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya.

Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi? Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.

“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Kematian memang di tangan Allah. Justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad shalla `alaih wasallam bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. Jadi, bila disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda kematian, itu adalah…SEDEKAH.

Maka, tengoklah kanan-kiri Anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila Anda menemukan ada satu-dua kesusahan tergelar,  maka sesungguhnya Andalah yang butuh pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu digelar Allah untuk memperpanjang umur Anda. Tinggal apakah Anda bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang Allah akan memanjangkan umur Anda.

Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam kondisi apa ajalnya tiba. Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memperpanjang umur, melainkan juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik. Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut dalam keadaan husnul khatimah.

Mudah-mudahan Allah berkenan memperpanjang umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian datang.

Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan” (An-Nisaa: 78).

Bila artikel ini bermanfaat, silahkan share kepada teman, keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat yang Anda sayangi. “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya” (HR Muslim).

Sedekah Melapangkan Rezeki 

Memberi sedekah kepada sesama tidak mengurangi harta. Sebaliknya, itu akan membuat rezeki makin bertambah. Yang penting ikhlas. Sedekah amalan istimewa. Terkhusus pada bulan Ramadan. Itu antara lain tersirat dalam sebuah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan HR Tirmizi. Bunyinya, "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan."

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin, Prof Dr H Ambo Asse MAg, mengatakan bahwa setiap muslim dianjurkan bersedekah. "Tidak akan ada ruginya," ujarnya seusai mengisi ceramah kultum di Kampus II UIN.

Sedekah, kata dia, justru akan makin melapangkan rezeki. Semakin rajin mengulurkan tangan kepada sesama, semakin banyak pula rezeki yang akan mendatangi. Bahkan dari arah yang tidak diduga sekalipun.

Karena itu, menurut Ambo Asse, Ramadan harusnya menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya sedekah. "Dalam sejarah, dahulu banyak sahabat nabi yang bahkan rela mengorbankan hartanya," tambahnya.

Jika bersedekah satu, Allah SWT akan melipatgandakan menjadi tujuh. Setiap kelipatan berjumlah seratus. Jadi, sedekah satu pun akan menghasilkan 700.

Itu ditegaskan dalam Alquran, Surah Al Baqarah ayat 261; "Barang siapa menginfakkan hartanya di jalan Allah, diibaratkan seseorang yang menanam satu biji. Dari biji akan tumbuh menjadi tanaman yang bercabang tujuh. Pada setiap cabang menghasilkan buah sebanyak sebuah seratus biji." 
Ambo Asse menambahkan, Allah juga menggarisbawahi bahwa Dia akan melipatgandakan sesuai kehendaknya. "Jadi kalau bersedekah, terutama saat Ramadan, pahala dan rezeki yang akan kita dapat, semakin besar," imbuhnya.

Jadi, sungguh mulia bersedekah. Semua dilipatgandakan. Jika sedekah ini sudah menjadi budaya, ucap Ambo Asse, tidak akan ada lagi umat yang betul-betul miskin.

Berasa Bedanya Sedekah Dengan Ilmu dan Tanpa Ilmu

Ada orang yang bersedekah Rp 1.000 saat shalat Jumat. Usai shalat jumat dia makan di warung dekat masjid. Ketika akan bayar, makanannya dibayarin teman. Jumlahnya katakanlah Rp. 10.000. Tapi orang ini tidak menyadari dengan ilmunya bahwa peristiwa ini ada kaitannya dengan sedekahnya yang Rp. 1.000 saat shalat jumat. Orang ini tetap bersyukur kepada Allah ada yang bayarin makanaannya. Tapi orang ini bersyukur biasa, bersyukur bukan karena ilmunya. Bedanya ada, yakni di peningkatan amaliyahnya kemudian.

Terus kita ambil contoh yang berbeda. Sebut saja ada yang bersedekah Rp 1.000. Sama peristiwanya. Setelah sedekah, dia kemudian makan dan ada yang bayarin. Berbeda dengan orang yang satu. Ia bersedekah yang sama, sama-sama Rp 1.000. Tapi yang satu ini memahami satu hal. Memangnya ada apa? Apa hubungannya makan siang dengan sedekah yang Rp 1.000?

Ada...! Bukankah Allah telah menjanjikan balasan 10 kali lipat bagi mereka yang mau bersedekah.  Dan di beberapa hadits kita menemukan bahwa Allah berkehendak juga membayar sedekah seseorang dengan tunai, ajjaltu lahu fil ‘aajil. Dibayar kontan. Nah,itulah bayaran kontannya. Cuma kalo gak tahu, dianggapnya peristiwa biasa. Bukan hadiah dari Allah sebab amalnya.

Menarik nggak? Tergantung. Harusnya ini menjadi brosur yang tidak terlihat untuk percaya lebih lagi akan janji-Nya dan memperbaiki dan meningkatkan amalnya. Tapi sayang, kebanyakan orang tidak berilmu. Sekalinya ada orang yang berilmu, tidak berani menyandarkan ilmunya ini menjadi sebuah keyakinan, bahwa peristiwa itu terjadi pastilah ada hubungannya dengan sedekah saat shalat jumat.

Tampaklah di sini bedanya antara orang yang beramal dengan ilmu dan tanpa ilmu. Insya Allah saya meyakini, mengapa pula berbeda pula derajatnya, sebab memang amalannya berbeda. Seseorang yang berilmu akan beramal dengan ilmunya itu. Sehingga ada keyakinan dan harapan. Bukankah keyakinan dan harapan juga adalah sebuah kelezatan ibadah tersendiri?

Di dalam kehidupan nyata,katakanlah kita bekerja, maka akan terasa beda bila kita tahu hasilnya. Ketika kita tahu bahwa pekerjaan kita menguntungkan, kita bersemangat. Dan bukanlah kesalahan memotivasi diri dengan hal-hal yang halal yang menjadi hak kita.Membuat kita lebih bersemangat dan berkreasi.

Mengetahui fadhilah/keutamaan ibadah juga merupakan suatu ilmu. Mengetahuinya saja sudah merupakan ibadah. Dan mencari ilmu juga suatu ibadah. Lekas ia akan berpengaruh buat langkah dan hasil langkah kita.

"Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az-Zumar:9). “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Al-Mujaadilah:11).

Rahasia Sedekah Di Saat Lapang dan Sempit

Sedekah di saat lapang merupakan hal biasa, meski banyak juga yang enggan melakukannya. Sedekah di saat sempit...itu baru luar biasa. Mampukah kita melakukan sedekah di saat sempit...? Hanya orang-orang yang diberi keteguhan iman yang kuat yang mampu melakukannya. Semoga kita termasuk di dalamnya.

Pernahkah kita mengalami pada suatu saat dimintai sumbangan untuk keperluan umat, dan pada saat itu kita hanya memberikan uang ala kadarnya, yang penting sudah nyumbang.

Padahal uang yang dikeluarkan untuk sedekah itu tidak seberapa jumlahnya dibandingkan uang yang kita keluarkan untuk hura-hura, kumpul dengan teman makan di restoran, beli baju mewah di mall ekslusif, beli sepatu bermerk dari luar negeri, beli parfum dengan harga ratusan ribu rupiah.

Pernahkan kita merenungkan hal ini? Betapa beratnya kita mengeluarkan uang banyak untuk bersedekah dan betapa ringannya kita menghambur-hamburkan uang hanya untuk hal-hal yang sifatnya komsumtif dan duniawi semata.

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal." (QS Ali Imron: 133-136).

Anjuran mulia  dari Allah swt ini bermakna, bahwa dalam kondisi sesulit apapun, manusia masih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah. Meski cuma sedikit, yang terpenting adalah pemberian itu diberikan dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridho ilahi. Namun terkadang, kita sangat sulit memberikan sedikit apa yang kita punya dalam kondisi lapang, apalagi dalam kondisi sempit dengan berbagai pertimbangan.
Padahal anjuran dan perintah Allah swt berinfaq pada waktu lapang tujuannya untuk menghilangkan perasaan sombong, serakah dan cinta yang berlebihan terhadap harta. Sedangkan bersedekah di waktu sulit dianjurkan agar sifat manusia yang lebih suka diberi dari pada memberi bisa berubah menjadi suka memberi daripada diberi. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS At Thalak: 7).
Rasulullah saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah, meski hanya dengan sebutir kurma. "Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma." (HR Muttafaq alaih).
Semoga kita senantiasa menjadi umat yang  selalu ingat bersedekah baik dalam kondisi lapang maupun sulit.  Jika kita sudah tidak memiliki apapun untuk diberikan, bersedekahlah dengan doa. Sesungguhnya Allah swt senantiasa memberi kemudahan bagi kita untuk beramal shalih dengan keikhalasan dan hanya berharap ridho darinya.
Bila artikel ini bermanfaat, silahkan share kepada teman, keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat yang Anda sayangi. “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya” (HR Muslim).
Wassalamualaikum Wr Wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan Sopan dan Bijak sesuai Isi Konten

Recent Post